๐Ÿ“‹ *JAUHI KERIBUTAN, JANGAN JADI RUWAIBIDHOH*

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุณูŽู‘ุนููŠุฏูŽ ู„ูŽู…ูŽู†ู’ ุฌูู†ูู‘ุจูŽ ุงู„ู’ููุชูŽู†ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุณูŽู‘ุนููŠุฏูŽ ู„ูŽู…ูŽู†ู’ ุฌูู†ูู‘ุจูŽ ุงู„ู’ููุชูŽู†ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุณูŽู‘ุนููŠุฏูŽ ู„ูŽู…ูŽู†ู’ ุฌูู†ูู‘ุจูŽ ุงู„ู’ููุชูŽู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ูŽู†ู ุงุจู’ุชูู„ูู‰ูŽ ููŽุตูŽุจูŽุฑูŽ ููŽูˆูŽุงู‡ู‹ุง

โ€œSesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah-fitnah, sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah-fitnah, sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah-fitnah (tiga kali beliau menyebutkannya), dan orang yang jika ia tertimpa fitnah maka ia bersabar, sungguh mengagumkan.โ€ [HR. Abu Daud dari Al-Miqdad bin Al-Aswad radhiyallahuโ€™anhu, Shahih Abi Daud: 4263]

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam juga bersabda,

ุณูŽูŠูŽุฃู’ุชููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุณูŽู†ูŽูˆูŽุงุชูŒ ุฎูŽุฏู‘ูŽุงุนูŽุงุชูุŒ ูŠูุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจูุŒ ูˆูŽูŠููƒูŽุฐู‘ูŽุจู ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ูุŒ ูˆูŽูŠูุคู’ุชูŽู…ูŽู†ู ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฎูŽุงุฆูู†ูุŒ ูˆูŽูŠูุฎูŽูˆู‘ูŽู†ู ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽู…ููŠู†ูุŒ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุทูู‚ู ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ุฑู‘ููˆูŽูŠู’ุจูุถูŽุฉูุŒ ู‚ููŠู„ูŽ: ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ุฑู‘ููˆูŽูŠู’ุจูุถูŽุฉูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุงู„ุชู‘ูŽุงููู‡ู ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ูŽู‘ู…ู ูููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุงู„ู’ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู

โ€œAkan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati, dan akan berbicara di zaman itu Ruwaibidhoh. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam ditanya: Siapakah Ruwaibidhoh itu? Beliau bersabda: Orang bodoh yang berbicara dalam urusan orang banyak.โ€ [HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu, Shahih Al-Jamiโ€™: 3650]

Sumber: https://sofyanruray.info/jauhi-keributan-jangan-jadi-ruwaibidhoh/

โ•โ•โ• โโœฟโ โ•โ•โ•โ•

ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽู„ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู„ูŽู‡ู ู…ูุซู’ู„ู ุฃูŽุฌู’ุฑู ููŽุงุนูู„ูู‡ู

โ€œBarangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.โ€ [HR. Muslim dari Abu Masโ€™ud Al-Anshori radhiyallaahuโ€™anhu]

Diterbitkan oleh Maulana ali ahmad

DI DUNIA INI... Janganlah terlalu lama bersedih dalam duka, karena duka dan letihnya tiada abadi belaka. Janganlah terlalu teruja dalam senang-bahagia, karena gembira penuh sukarianya takkan lama. Di dunia ini, Kelelahannya akan menghadirkan rasa rehat di dalam jiwa. Rehat dan istirahat di dunia ini hanya terasa nikmat setelah kita melintasi ritme hidup sehari-hari dalam keletihan yang padat. Bukankah lezat lelap dalam tidur terasa sungguh nikmat seusai kita letih memeras upaya mencari nafkah sehari-hari? Bahkan sebegitu nikmatnya lelah itu: Punggungmu merebah di bumi manapun, terlelaplah jiwamu dalam mimpi terindah, walau hanya berlapis tanah sahaja tubuhmu! Bukankah bahagia jiwa menikmati buah hati yang shaleh hanya dirasakan sungguh nikmat oleh mereka yang berpayah-payah membina pribadi buah hatinya dengan sepenuh cinta pada jiwa? Bukankah bahagia abadi di Surga hanya akan dinikmati sepenuh rasa oleh mereka yang berlelah-lelah jiwa di sepanjang kisah dunianya, dalam: kepayahan tunaikan titah-perintahNya, kepahitan tahankan nafsu tak melampau laranganNya, kepenatan menjalani hidup sebagai hamba yang tak selamanya melenggang diri di dunia? Begitulah dunia yang kemarut ini. Lelah dan letihnya tiada yang abadi. Seperti dunia itu sendiri yang sunyi... *** Begitulah sebaliknya... Di dunia ini, Rehat dan bersenang-senangnya pada akhirnya hanya melelahkan. Pergilah berpesiar-tamasya hingga jauh, ke negeri-negeri impianmu, bergambar di selatar bangun-bangun tersohor: di sebalik Menara Eiffel, di hadapan Patung Liberty, di punggung Tembok Cina, di pelataran Pantai Rio de Janeiro, bertabur sinar mentari terbenam di Pantai Kuta... Pergilah ke sana penuh gembira, tapi ingatlah selalu bahwa di penghujung kisahnya hanya ada keletihan. Bersenang-senanglah dalam durhaka: mengumbar syahwat ke mana kau suka, menghambur harta dalam dosa, melintas waktu dalam lalai pada Allah. Mungkin senang terasa di kala itu, tapi kala semua syahwat itu telah tumpah, gemerlap kesenangannya telah usai, jiwamu akan kembali kelelahan. Ruhmu kerontang berkepanjangan. Merasa haus, tapi tiada pelipur dahaga. Kesenangan yang melampau di dunia, pada akhirnya berakhir dalam duka lara. Tapi duka yang sebesar-besarnya duka adalah saat senang-senangmu di dunia menghantarmu terhunjam dalam binasa di sengsara Jahannam yang membara... *** Maka, di dunia ini: Janganlah terlalu lama bersedih dalam duka, karena duka dan letihnya tiada abadi belaka. Janganlah terlalu teruja dalam senang-bahagia, karena gembira penuh sukarianya takkan lama. Inilah dunia... Allahumma Shalli โ€˜ala Muhammad...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: